Hearing DPRD Bersama Sekda Subang Terkait Pengelolaan Sampah

BENTENGPANCASILA.COM – Subang, DPRD Kabupaten Subang melakukan hearing bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni S.Sos, M.Si dan kepala Dinas Lingkungan Hidup Rona Mairansyah, A.P, M.Si.. Rapat Dengar pendapat mengenai penanganan dan pengelolaan sampah ini berlangsung di ruang Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Subang, Kamis (3/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut Kang asep memaparkan sejumlah penyebab munculnya permasalahan sampah yang saat ini terjadi yaitu berawal dari kapasitas TPA panembong yang overload dan limpahan sampah akibat banjir Pamanukan yang menimbulkan keadaan darurat sampah serta dikhawatirkan akan menimbulkan bencana yang lebih besar. Oleh karena itu sebagai solusi terbaik Pemda Subang mengambil langkah berupa pemindahan TPA. Dengan berbagai aspek dan pertimbangan maka dipilihlah TPA Jalupang sebagai pengganti TPA Panembong.

Menurut Kang Asep pengangkutan sampah ke panembong memiliki berbagai kendala diantaranya terkait ritase pengangkutan yang lebih sedikit “Truk Sampah bisa mengangkut sebanyak 3 rit, sementara ke TPA Jalupang hanya bisa 1-2 rit, inilah yang menyababkan penumpukan sampah” ujarnya

Kang Asep juga menyampaikan bahwa penanganan jangka pendek sampai Desember 2021 adalah dengan menambah armada, alat berat dan menambah lintasi angkutan untuk mengimbangi sampah yg tidak terangkut. Sementara penanganan jangka panjang atau menengah harus mulai menggunakan pola teknologi modern setelah lengkapnya regulasi bersama pihak ke 3.

Sementara itu Kadis DLH Rona Mairansyah, A.P, M.Si. menyampaikan beberapa kendala dalam penanganan sampah diantaranya yaitu keterbatasan alat sehingga pemindahan sampah dilakukan secara manual yang bisa menghabiskan waktu 3-4 jam untuk 1 truk. Masalah selanjutnya yaitu jalan cimayasari yang penggunaannya dibatasi sampai jam 4 sore “Meskipun bisa lewat melalui jalan lain, tapi memerlukan jarak tempuh lebih jauh, yaitu selama 2 jam” tutur Rona.

Rona pun menyampaikan bahwa beberapa solusi lain diantaranya adalah perbaikan akses jalan menuju TPA serta untuk 1 TPS disetiap desa agar dihadirkannya Alat inselinator. Alat tersebut bisa meminimalisir polusi, sehingg permasalahan sampah sudah diselaikan di desa masing-masing.

Rona juga menyampaikan, bahwa permasalahan sampah ini bukan hanya masalah pemerintah saja melainkan masalah kita bersama. Tugas masyarakat mengurangi sampah rumah tangga agar berkesinambungan dengan tugas pemerintah mengangkut sampah ke TPA.

Turut hadir pada rapat tersebut, Plt asda 1 Tatang Supriatna S.iP, M.ipol, Asda 2 dr. H Nunung Syuhaeri, PLT Kadis Pertanian Dra. Nenden Setiawati M.Si dan perwakilan dari BP4D.