Perkokoh Jiwa Pancasila, SMK TIMB Cipeundeuy Ikuti Diksarpim Bersama SAPMA Pemuda Pancasila Subang

Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Subang menyelenggarakan Pendiidkan Dasar Kepemimpinan (Diksarpim) bagi puluhan siswa SMK Teknologi Informasi Manufaktur dan Bisnis (TIMB) Cipeundeuy.

Diksarpim yang merupakan rangkaian LDKS SMK TIMB 2019  tersebut diselenggarakan di kantor MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Subang 2-4 September 2019.

Para peserta mengikuti berbagai kegiatan dengan jadwal yang padat, mulai dari longmarch, pelatihan baris berbaris, observasi lapangan, survival dan berbagai materi seperti dasar-dasar organisasi, surat menyurat, kepemimpinan, pengenalan SAPMA dan Pemuda Pancasila serta materi Pancasila dan ukhuwah yang disampaikan oleh dosen STIESA, Gugyh Susandy, M.Si.

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Wisnu Setia Ramdani dalam penutupan acara Diksarpim, Rabu (4/9/2019) mengucapkan terimakasih kepada pihak SMK TIMB atas kepercayaan yang telah diberikan kepada SAPMA Pemuda Pancasila untuk menyelenggarakan DIksarpim bagi para siswanya.

“Kami ucapkan termakasih kepada pihak sekolah atas kepercayaan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, semoga apa yang telah kami berikan bisa bermanfaat bagi para siswa SMK TIMB,” kata Wisnu.

Semetara itu pihak SMK TIMB juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama Diksarpim.

“Terima kasih kepada Sapma dan Pemuda Pancasila yang telah membimbing dan membekali siswa-siswa kami pada acara LDKS 2019. Semoga apa yang didapatkan siswa-siswa kami selama acara tersebut bisa memperkokoh jiwa Pancasila mereka dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat baik di sekolah maupun di lingkungan serta mampu mentransferkan apa yang mereka dapat kepada siswa-siswa lainnya,” kata Yono, SE Guru Pendamping LDKS SMK TIMB.

Hal senada juga diungjapkan Pembina OSIS SMK TIMB, Arya Putra. Dirinya berharap, dari kegiatan tersebut mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan, kecakapan sosial dan nasionalisme.

“Luar biasa, apa yang sudah terlewati kemarin, segalanya adalah merupakan manfaat, ilmu, dan pembelajaran sekaligus pengalaman terbaik untuk kami Civitas Akademika SMK TIMB Cipeundeuy,” ujarnya.

Kegiatan ini kata Arya sekaligus juga menjadi media untuk mengenal organisasi Pemuda Pancasila lebih dalam.

“Tidak mungkin kita akan menilai sesuatu itu baik atau buruk kalau belum mengenalnya. Maka kenalilah dulu, baru menilai, siapa tau timbul rasa sayang. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang, kalau diartikan kurang lebih; “jika kita tidak mengerti atau memahami sesuatu hal/benda maka kita tidak akan tahu arti sebenarnya dan tidak dapat menghargai hal/benda tersebut.” Begitu juga dengan Ormas Pemuda Pancasila, jika kita belum mengenalnya maka kita tidak akan tahu bagaimana isi di dalamnya,” katanya.

Sebagai agent of change, bagian dari generasi pemegang estafet perjuangan dalam mengisi pembangunan, Pemuda Pancasila melalui sayap organisasi bernama SAPMA kata Arya, terus membangun nilai-nilai kebersamaan, tampil berprestasi, berdaya saing dan berwawasan global.

“Hilangkan kesan premanisme yang dulu pernah melekat pada Pemuda Pancasila. Terus tampilkan wajah Pemuda Pancasila sebagai pelindung dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dan humanis,” pesannya.