Ribuan Santri Diniyah di Kasomalang Antusias Ikuti Kegiatan Porsadin

Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) tingkat Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang 2018 yang  ikuti oleh 25 Diniyah, 105 guru dan sekitar 1.250 peserta pawai yang terdiri dari santri dan para orang tua.

Kegiatan Porsadin tingkat kecamatan Kasomalang di gelar di alun-alun kecamatan Kasomalang dan di buka langsung oleh ketua FKDT Kab.Subang Kyai Atep Abdul Gofar juga dihadiri oleh Kasi Diniyah Kanwil Kemenag prov Jabar H Ahmad Rifai, S.Ag. Kasi PD Pontren, plt KUA Kasomalang H sukmin, S.Ag. dan Camat Kasomlang Agus Hendra, SE

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab.Subang Atep Abdul Gofar  menyampaikan terima kasih kepada panitia lokal PORSADIN Tingkat Kecamatan Kasomalang, kepada guru dan masyarakat atas terselenggaranya kegiatan Porsadin ini.

“Ini merupakan wujud realisasi dari tujuan Diniyah Takmiliyah dan tujuan dari pendidikan Nasional yakni menciptakan santri yang Kompetitif, unggul dan mempunyai kepribadian yang luhur” kata Atep, Minggu (5/8/2018).

Menurut Atep, Peserta yang ikut lomba tercatat ada 1.355 orang perwakilan dari tiap Diniyah se kecamatan Kasomalang.

“Alhamdulillah warga dan santri sangat antusias mengikuti kegiatan Porsadin tingkat Kecamatan Kasomalang, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi santri dan masyarakat Kasomalang,” katanya.

Lebih lanjut Atep mengatakan, bahwa tujuan Porsadin adalah sebagai ajang silaturahmi baik antar Diniyah maupun antar siswa yang ada di wilayah Kecamatan Kasomalang Selain.

“Kegiatan ini untuk menggali dan mencari potensi, bakat, kemampuan, skil dan kemampuan olah berpikir para siswa dengan dukungan dan doa dari semua pihak. Semoga MDT menjadi berkah dan selalu dihati,” ucapnya.

Atep menambahkan, dengan kegiatan porsadin ini di harapkan siswa-siswi Diniyah Takmiliyah bisa menjadi generasi penerus dalam mengembangkan ke Islaman dan memiliki kemampuan kompetitif, religius sehingga menjadi Mujahid yang bermanfaat dan berguna dimasa mendatang bagi Nusa, Bangsa dan Agama.

Adapun sumber dana kegiatan Porsadin ini merupakan hasil swadaya dari diniyah, “inilah diniyah ada atau tanpa biaya Insyallah diniyah kan maju mencetak generasi bangsa yang islami,” pungkasnya.