Kejari Subang Tetapkan Dua Tersangka Kasus NISN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Subang secara resmi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Jumat (19/10/2018).

Dua tersangka yang ditetapkan itu diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang berinisial S dan seorang operator kartu NISN berinisial DM.

Menurut Kepala Kejari Subang, Pramono Mulyo, SH. saat ini kedua tersangka telah ditahan, untuk menjalani proses pemeriksaan sebagai selama 20 hari ke depan.

“Kedua tersangka tersebut sudah kami tahan, yaitu Kadisdikbud Subang inisial SW, dan DM. Keduanya akan dititipkan di Lapas Subang,” kata Pramono kepada wartawan.

Seperti diketahui, kasus pungli NISN telah ditangani oleh seksi tindak pidana khusus (Pidsus) bermula dari praktek dua tersangka yang bekerjasama membuat dan mengarahkan para pelajar SD dan SMP membeli kartu NISN sebesar Rp 25 ribu.

Menurut Pramono, tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf e junto pasal 15 Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara dan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.