Kades Cinangsi Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Konferensi pers penetapan tersangka Kades Cinangsi,

Polres Subang kembali menetapkan seorang kepala desa (Kades) menjadi tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Kali ini giliran Kades Cinangsi, Kecamatan Cibogo, Subang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang atas program DD di desa tersebut.

“Kita kembali menetapkan seorang kades menjadi tersangka berinisial YA,” kata Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni didampingi Kasat Reskrim AKP Moch. Ilyas Rustiandi dalam konferensi pers di Aula Mapolres Subang, Jumat (19/10/2018).

Adapun modus operandi yang dilakukan oleh YA. Setelah DD tahap I dicairkan di bank BJB dengan nilai Rp. 493.015.600, kemudian dana tersebut diminta dari bendahara desa dengan alasan untuk keamanan penggunaan.

“Sehingga dana tersebut dikelola secara langsung oleh kepala desa, adapun para pelaksana kegiatan hanya diberikan dana sesuai kebutuhan pekerjaan,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 47 berkas yang terdiri dari permohonan pencairan Dana Desa, kwitansi pencairan, SP2D, SPM, lain pertanggungjawaban keuangan (SPJ), nota, kami pembayaran,

Rekening Koran Desa Cinangsi, buku catatan penggunaan uang, dan satu buah stempel bertuliskan PT. Petarangan Utama Jasa Kontruksi & Perdagangan Umum, Jl. Cicariang RT 33/05 Kp. Cidaki Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Subang.

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Investigasi dari Inspektorat Daerah Subang Nomor 700 703 I Irda, tanggal 6 Agustus 2018 terdapat indikasi kerugian keungan Negara/Daerah sebesar Rp 107.138.142.

“Iya, nilai kerugiannya mencapai Rp 100 juga lebih. Adapun untuk tersangka saat ini sedang sakit dan mendapat penanganan di rumah sakit yang berada di Purwakarta,” katanya.

Kades Cinangsi dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b dan atau Pasal 3 Uu RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 atas perubahan UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Maksimal hukuman 4 tahun,” kata Kapolres.

Seperti diketahui, sebelumnya Polres Subang telah menerapkan Kepala Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan, Subang menjadi tersangka dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) beberapa waktu lalu.