Tak Miliki Buku Nikah, 422 Pasutri di Subang Ikuti Isbat Nikah

Sebanyak 422 pasangan suami istri yang belum memiliki kutipan akta nikah di Kabupaten Subang secara resmi telah menjalani sidang isbat nikah, Jumat (28/9/2018).

Sidang Isbat nikah tahun 2018 dialsanakan antara kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dengan Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang, Pengadilan Agama Kabupaten Subang kelas I-A dan Kementrian Agama Kabupaten Subang.

Pelaksanaan siding isbat nikah yang dilaksanakan di Kantor Desa Belendung Kecamatan Cibogo itu langsung dihadiri oleh Plt. Bupati Subang H. Ating Rusnatim.

Sidang Isbat nikah dilaksanakan di dua tempat yaitu di Desa Belendung Kecamatan Cibogo dan Desa Cijambe dalam waktu yang bersamaan.

Plt. Bupati Subang H. Ating Rusnatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sidang isbat nikah ini diikuti oleh pasangan yang belum memiliki kutipan akta nikah tetapi sudah memiliki anak sebagai salah satu persyaratan dalam pembuatan akta kelahiran.

“Kegiatan ini berlangsung atas usulan dari desa/kelurahan, serta kecamatan pada saat Musrenbang tahun 2017. Kegiatan ini merupakan tahap sidang istbat pertama dan tahap kedua yang dilaksanakana pada bulan Oktober dan November 2018,” kata Ating.

Putusan pengadilan agama tentang isbat nikah ini merupakan bagian dari dasar pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak dan lebih jauhnya lagi dalam rangka meningkatkan cakupan kepemilikan akta standard pelayanan di bidang administrasi kependudukan diantaranya akta kelahiran, akta kamatian, KTP elektronik dan Kartu Keluarga.

Ating berharap untuk seluruh jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang dapat meningkatkan kinerja pelayanan sesuai dengan visi dinas yaitu terwujudnya pelayanan administrasi kependudukan yang akurat, pasti dan bertanggung jawab tahun 2018.

Kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh Ketua Pengadilan Agama Subang, Kepala Disdukcapil Kabupaten Subang, Kepala Kemenag Kabupaten Subang/yang mewakili, Hakim panitera tim isbat nikah, para Kepala Desa/yang mewakili, seluruh peserta isbat nikah terpadu beserta para saksi nikah.