Pesan H. Endang Kosasih di HUT ke-59 Pemuda Pancasila

Organisasi Pemuda Pancasila (PP) harus menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan penguatan pemahaman nasionalisme dan aktivitas membantu masyarakat.

Pancasila adalah satu satunya ideologi negara harus dijunjung tinggi dan dipertahankan dari segala bentuk rongrongan yang sifatnya mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Majlis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Subang, H. Endang Kosasih, sebagai bentuk rasa kecintaan terhadap NKRI, saat menghadiri HUT ke-59 Pemuda Pancasila tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) Jalancagak, Minggu (28/10/2018).

“Mars dan Himne Pemuda Pancasila menjadi ikrar bahwa organisasi ini sebagai penyelamat ideologi Pancasila, sekaligus garda terdepan dalam menjaga bangsa,” ungkap H. Endang dalam sambutannya.

Pemuda Pancasila harus dapat menyikapi kondisi yang berkembang, terlebih dalam suasana jelang Pemilu 2019.Karena itu, hindari perpecahan, khusunya di keluarga besar Pemuda Pancasila termasuk dengan organisasi organisasi lainnya.

“Apalagi kita sebagai umat Muslim yang harus senantiasa biasa menjaga, karena Muslim dan Muslim itu sodara, Islam jeung Islam teh dulur, itu yang harus kita tanamkan dalam lubuk hati sanubari kita,” tegasnya.

Namun tidak bisa dipungkiri pasti juga ada ekses negatif, karena itu Pemuda Pancasila dituntut mampu untuk mengantisipasi, menyikapi kemungkinan ekses negatif tersebut.

“Dihari ulang tahun ini PP Jalancagak tetap solid, apa lagi kita sebagi keluarga besar Pemuda Pancasila, ketika ada gesekan gesekan itu wajar, “piring moal paketrok jeung munding, pastina piring paketrok jeung sendok jeng gelas,” ucapnya.

Sebagai organisasi pemuda yang mengikrarkan diri sebagai penyelamat ideologi bangsa, Pemuda Pancasila diminta berperan membantu masyarakat

“Apa lagi jelang Pilkades, suasananya akan lebih panas ketimbang Pileg dan Pilpres.Kita Pemuda Pancasila harus hadir ditengah tengah masyarakat, jangan menjadi bensin apa lagi jadi provokator, tapi kita harus jadi penyejuk ditengah tengah masyarakat,” tutupnya. (Anr)