Mega Proyek Pelabuhan Rp25 Triliun di Subang Ngambang

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M Iriawan menyatakan belum ada kepastian groundbreaking pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang. Iriawan menilai pembangunan pelabuhan yang memakan waktu pengerjaan sembilan tahun harus segera dilaksanakan dengan mulai dari pembebasan lahan.

Untuk pengerjaan tahap pertama yaitu pembebasan lahan seluas 372 hektare dan pembangunan akses, Iriawan memastikan Pemerintah Provinsi siap membiayai fase tersebut dengan alokasi biaya Rp800 miliar.

“Kami belum tahu kepastian, yang jelas kami akan laporkan ke pemerintah pusat untuk bisa mendapatkan kepastian kapan groundbreaking,” ujar Iriawan, Kamis 12 Juli 2018.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menjelaskan, pengerjaan fisik pelabuhan harus segera dilakukan selain dengan dorongan pemerintah pusat, juga dengan kesadaran masyarakat sekitar untuk mendukung dengan membantu percepatan pembebasan lahan.

“Uangnya sudah ada, tinggal kita koordinasikan dengan pemerintah setempat, masyarakat setempat untuk sama-sama (mempercepat) pelabuhan ini (agar) bisa (segera) dibangun,” katanya.

Iwan mengakui pembangunan pelabuhan yang masih berada dalam tataran catatan ini, harus segera direalisasikan. “Tahap 1 ini pembangunan belum ada, nanti pembebasan lahan yang menelan biaya cukup besar Rp800 miliar, targetnya kita minta cepat,” katanya.

Dalam perencanaan, proyek pelabuhan senilai Rp25 triliun ini akan dibangun dengan tiga tahap. Pada tahap pertama di 2019, pembangunan terminal peti kemas dengan panjang dermaga 4.320 meter persegi, lapangan peti kemas seluas 35 hektare, terminal kendaraan seluas sembilan hektare, back up area, akses jalan dan kedalaman alur serta kolam.

Pada tahap kedua di 2023 yaitu penambahan luas terminal peri kemas, lapangan peti kemas, terminal kendaraan, pembangunan Roro terminal seluas 200 meter, terminal kapal negara 350 meter dan penambahan kedalaman alur serta kolam. Pada tahap ketiga di 2025, penambahan luas terminal peti kemas dan terminal kapal negara.

Sementara itu, fasilitas yang disediakan di pelabuhan ini di antaranya terminal peti kemas, terminal kendaraan, terminal Roro, terminal curah air, area kapal service, kantor pelabuhan, area karantina barang, area karantina hewan dan tumbuhan, pemadam kebakaran, tangki air dan area pengelolaan limbah.

Pelabuhan ini nantinya dapat terkoneksi dengan akses reguler tol dari Cipali, non tol di Subang serta jalur Kereta Api menuju Pelabuhan Patimban. Namun, semua akses interkoneksi tersebut masih dalam tahap kajian menyeluruh pemerintah pusat dan daerah.

VIVA