Kejari Subang Bentuk Tim Tangani Dugaan Pungli BOP PAUD

Pungutan liar (pungli) BOP PAUD yang diduga oleh oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang sebesar 10 persen terus bergulir.

BOP Rp 20 miliar untuk sejumlah PAUD di Kabupaten Subang diduga dipungli 10 persen. Hal tersebut tentunya membuat geram sejumlah pihak.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Subang Pramono Mulyo mengatakan baru mendapat laporan terjadi perkara ini. Sehingga akan segera membentuk tim.

Apalagi jumlah BOP yang digelontorkan mencapai Rp 20 miliar. Sehingga perlu dilakukan tindak lanjut atas perkara tersebut.

“Informasi ini akan saya sampaikan kepada Pidsus dan Intel. Kita akan benruk tim,” kata Kajari Subang Pramono Mulyo.

Sejauh ini pihak kejaksaan akan menangani semua kasus, tak terkecuali kasus dugaan pungli BOP PAUD. Apalagi anggaran BOP PAUD jumlahnya besar.

“Kalau itu memang ada pemotongan, tim yang saya bentuk akan segera turun ke lapangan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Disdikbud Kabupaten Subang kembali diterpa isu miring soal pungutan liar (pungli).

Setelah kasus Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang menjerat kepala dinas dan pengusaha. Kali ini isu pungli terjadi lagi. Dinas dituding melakukan pungli terhadap lembaga PAUD.

Dinas dituding melakukan pungli 10 persen dana BOP kepada sejumlah PAUD yang berada di Kabupaten Subang.

“Pungutannya 10 persen bahkan lebih, oleh dinas,” kata salah seorang pemilik lembaga PAUD diwilayah Subang Selatan yang enggan disebutkan namanya.

Kabid Pendidikan Non Formasi (PNF) Disdikbud Subang, Maman saat dikonfirmasi membatah melakukan pungutan terhadap lembaga PAUD tersebut.

“Saya sudah ingatkan kepada semua lembaga jangan memberikan apapun kepada pihak yang meminta. Sementara ini tidak ada laporan pemotongan,” kata Maman

Untuk kabar pemotongan dana BOP tersebut pihaknya memastikan bahwa itu tidak benar. “Kita pastikan tidak ada pungutan itu, kalau ada orangnya laporkan ke kita,” katanya.