Kejari Geledah Kantor Disdikbud Subang Terkait Kasus NISN

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang didatangi Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang, Kamis (11/10/2018).

Kedatangan Tim Penyidik Kejari yang berjumlah lima orang itu bertujuan untuk melakukan penggeledahan terkait kasus pungutan liar (pungli) nomor induk siswa nasional (NISN).

Tim Penyidik dan intel Kejari yang dipimpin Kasi Pidsus, Faisal, diterima oleh Kadisdikbud, H Suwarna Murdias. Setelaah itu, mereka kemudian masuk ke beberapa ruangan dan mengambil berkas-berkas.

Aetelah sekitar 1 jam berada di sana, mereka pun kembali lagi ke kantor Kejari di Jalan Mayjen Sutoyo, Subang dengan membawa beberapa bundel dokumen.

Kasi Pidsus Kejari Subang, Faisal, menyebut, kedatangan para petugas kejaksaan ke Kantor Disdikbud dalam rangka mencari alat bukti pendukung kasus dugaan pungutan liar (pungli) nomor induk siswa nasional (NISN).

“Kita mencari alat bukti pendukung dalam perkara NISN. Penggeledahan akan dilanjutkan ke tempat lain,” katanya.

Kepala Disdikbud Subang, H Suwarna mengaku sempat kaget dengan kedatangan petugas kejaksaan yang menggeledah kantornya. Namun pihaknya tetap terbuka.

Kendati begitu, dia menyebut tidak mengetahui apakah penggeledahan berkaitan dengan masalah NISN atau lainnya.

“Yang jelas, beberapa dokumen telah diambil dari ruangan staf. Memang yang ramai dan saya sendiri sudah dimintai keterangan terkait kartu NISN yang dicetak dan diedarkan ke sekolah oleh oknum tertentu serta seolah-olah sudah ada rekomendasi resmi,“ ucapnya.

Langkah Kejari Subang ini sebagai jawaban terhadap masyarakat yang menyoroti berbagai kasus, termasuk NISN yang dijual wajib dengan harga Rp 25.000 tanpa ada dasar hukumnya.

Bahkan beberapa waktu, lembaga swadaya masyarakat sempat berunjukrasa ke kantor Kejari untuk segera menuntaskannya.

Kepala Kejari Subang, Pramono Mulya saat itu menegaskan kalau persoalan NISN sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. “Silakan kawal terus,“ tegasnya.