Inalillahi, TKI Asal Subang Meninggal di Oman

Kabar duka kembali datang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang yang meninggal di luar negeri.  Enjum (43) binti Umang Sayun TKI asal Dusun Bungur Gede RT 01/06 Desa Sukahaji Kecamatan Ciasem, Subang dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Sultan Qaboos University di Oman.

Ini merupakan kerjadian yang kesekian kalinya menimpa TKI asal Subang. Sebelumnya pada Selasa (22/5/2018) Jenazah Otin TKI asal Kebondanas Kecamatan Pusakajaya yang meninggal dunia di Kuwait tiba di rumah duka. Kabar ini tentunya menambah daftar panjang TKI yang meninggal saat bekerja di luar negeri.

“Hari ini kita dapat kabar dari KBRI di Muscat Oman, bahwa ada TKI asal Subang meninggal dunia pada Selasa (22/5/2018) malam waktu setempat,” ujar Kasi Binapenta Disnakertrans Kabupaten Subang H. Indra Suparman SH, Rabu (23/5/2018).

Menurut Indra, TKI yang dikabarkan meninggal di Oman tersebut merupakan TKI berstatus Overstay atau TKI yang sudah habis masa kerjanya selama 5 tahun.

“TKI yang meninggal tersebut diketahui bernama Enjum binti Umang Sayun Warga Dusun Bungur Gede RT 01/06 Desa Sukahaji Kecamatan Ciasem, Subang, yang sudah 6 tahun bekerja di Oman,” katanya.

Berdasarkan Informasi dari KBRI yang diterima oleh Disnakertrans, Enjum( meninggal dunia karena Sakit sejak 17 Mei 2018. “Enjum pada Kamis (17/5/2018) terkena serangan jantung dan dilarikan ke RS.Sultan Qaboos University, akibat Cardiogenic shock (serangan jantung) dan mengalami koma selama 4 hari sebelum akhirnya meninggal dunia,” terangnya.

Saat ini pihak KBRI di Muscat masih menunggu konfirmasi tertulis dari pihak keluarga terkait permintaan agar jenazah dapat dikirim ke Indonesia.

“Kita sedang urus terkait surat tersebut dengan pihak keluarga dan secepatnya akan kita layangkan ke KBRI agar proses pemulangan jenazah bisa segera diproses,” katanya.

Kasus rentetan meninggalnya TKI asal Subang semakin membuat kita prihatin, pasalnya kebanyakan TKI yang meninggal merupakan TKI yang sudah habis masa kerjanya maupun pasportnya.

“Justru ini ironis banget, mereka sudah habis masa kerjanya TKI asal Subang masih rela memilih tinggal dan bekerja dinegara tersebut walaupun masa kerjanya sudah habis sehingga statusnya menjadi TKI Overstay,” ucap Indera.

Yang paling aneh lagi, kenapa Pasport TKI tersebut bisa diperpanjang di KBRI setempat?, seharusnya mereka dipulangkan saja. “Apalagi sejak 2015 pengiriman TKI ke timur tengah sudah ditutup untuk TKI non formal seperti PRT,” kaatanya.

Selain Enjum yang surat pemberitahuannya telah sampai ke Disnakertrans Subang, kita juga hari ini mendapat kabar ada TKI asal Subang lainnya yang meninggal di Negara Abu Dhabi, namun belum diketahui identitasnya karena suratnya belum sampai. “amun yang jelas TKI tersebut merupakan warga Kecamatan Cikaum,” pungkasnya.

AHYA NURDIN