Ganti Rugi Murah, Pemilik Tanah di Patimban Ngadu ke Bupati

Ketua dan perwakilan Paguyuban Tani Berkah Sejahtera (PTBJ) menemui Plt Bupati Subang H. Ating Rusnatim dan salah seorang anggota DPRD Subang Juenah dari Fraksi PDIP. Hal tersebut terkait keluhan ratusan warga pemilik lahan di Patimban soal nilai ganti rugi lahan sangat murah.

Dalam pertemuan itu, Ketua PTJB Arim Suhaerim kepada Plt Bupati dan Anggota DPRD mengungkapkan, bahwa masyarakat merasa dirugikan terkait nilai ganti rugi lahan yang diberikan sepihak oleh pemerintah tanpa adanya musyawarah dengan warga pemilik lahan untuk melakukan transaksi tawar menawar nilai ganti rugi.

“Kita dari pemilik warga ingin duduk bareng dengan oemerintah dalam hal ini Kemenhub RI dan BPN guna mencari kesepakatan bersama terkait nilai ganti rugi tanah warga yang akan digunakan untuk pembangungan pelabuhan Internasional Patimban,” kata Arim Suhaerim.

Arim Suhaerim ysng jug merupkan Alumnus IPB Bogor tersebut memberikan surat keberatan warga pemilik lahan yang tergabung dalam PTBJ kepada Plt Bupati Subang untuk disampaikan kepada Kemenhub RI dan BPN.

“Kita sudah layangjan surat protes/penolakan warga terkait nilai ganti rugi yang dinilai sangat murah, juga surat permintaan warga yang ingin dialog dengan Kemenhub RI serta BPN,” katanya.

Arim juga meminta kepada Plt Bupati Subang untuk memfasilitasi ratusan warga pemilik lahan untuk bertemu dengan Menteri Perhubungan RI dan pihak BPN.

Dalam pertemuannya dengan perwakilan pemilik lahan yang tergabung dalam PTBJ, Plt Bupati Subang sangat memahami tentang keluhan warga pemilik lahan.

“Kita sudah mendengar keluhan warga pemilik lahan dan kita sangat memahami tentang keluhan warga pemilik lahan tersebut,” ujar Ating Rusnatim/

Pemkab Subang akan berusaha untuk memfasilitasi ratusan warga pemilik lahan untuk bertemu dan berdialog dengan Menteri Perhubungan RI dan BPN terkait keluhan warga soal nilai ganti rugi lahan.

“Insya Allah saya berusaha akan mempertemukan para pemilik lahan dengan Menteri Perhubungan RI dan juga BPN,” katanya.

Ating berharap, mudah-mudah keinginan para pemilik lahan ini bisa segera terwujud untuk berdialog dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik yang tidak merugikan satu sama lain.

“Iya kita inginnya warga yang tanahnya akan dijadikan untuk proyek pembangunan pelabuhan Internasional Patimban mendapat ganti rugi yang layak,”pungkasnya.