Melihat Wisma Karya Subang Kini dan Status Facebook Lutfi Yondri

SUBANG – Jika Anda melintasi Jl. Ade Irma Suryani, tentunya akan terlihat seng proyek yang menutupi areal museum Wisma Karya Subang. Pertanyaan pertama yang muncul mungkin sedang ada proyek apa disana? Namun karena tingginya seng jawaban itu tidak pernah terjawab.

Seng proyek yang cukup tinggi itu membuat siapa saja yang melintas tidak mungkin bisa melihat suasana didalam areal Wisma Karya. Apalagi bagi Anda yang melintasi menggunkan kendaraan roda dua dan empat, mustahil bisa melihat kedalam.

Kecuali Anda turun dari kendaraan, dan mencari celah untuk mengintip kedalam. Mungkin Anda akan sedikit tahu kondisi Wisma Karya saat ini. melihat proses pembangunan museum. Namun sayang, keingin tahuan masyarakat Subang begitu rendah.

Hal itu terbukti, sampai saat ini belum banyak yang tahu Wisma Karya sedang dalam proses pemugaran. Keyword Wisma Karya di media sosial seperti Facebook masih sepi dan belum banyak dicari. Jika mengetik Wisma Karya di Facebook Search yang muncul hanya status Lutfi Yondri.

Bunyi status Lutfi Yondri begitu sumbang, yang bisa embuat siapa saja yang membacanya menjadi bergidik, apalagi jika yang membaca status Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat itu adalah pemangku kepentingan, mungkin ia akan segera menelpon bawahannya, untuk sekedar bertanya apakah Lutfi Yondri benar?

“Mohon maaf Dinas PUPR Kab. Subang..Gedung Wisma Karya sudah menjadi bagian dari Bangunan Cagar Budaya Subang, karena itu semua perubahan yang dilakukan terhadap bangunan ini mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan peraturan peraturan yang menyertainya..sudahkah itu dilakukan dan dikonsultasikan ke lembaga yang mengurusi pelestarian cagar budaya,” tulis Lutfi Yondri, Senin (23/7/2018).

“Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang yang juga membidangi wilayah Jawa Barat..Kalau belum sebaiknya kegiatannya dihentikan dulu biar tidak terlanjur salah..Terimakasih,” tambah Lutfi yang menyertakan beberapa foto bangunan Wisma Karya yang telah dibongkar.

Sampai hari Selasa (24/7/2018) status Facebook Lutfi Yondri itu sudah mendapat 62 komentar dan ratusan like, Status tentang Wisma Karya Subang itu juga telah dibagikan oleh belasan pengguna Facebook, sehingga membuat banyak orang mulai penasaran dengan apa yang terjadi di Wisma Karya Subang.

Status Facebook keresahan seorang arkeolog ini tentunya menjadi pemicu munculnya keingin tahuan masyarakat terkait apa yang sebanarnya terjadi dengan Wisma Karya Subang saat ini. Masyarakat juga jadi banyak yang bertanya apakah benar yang dibongkar itu adalah bangunan bersejarah Wisma Karya secara utuh? Jika memang benar itu adalah pelanggaran.

Seorang yang berkomentar bahkan merasa kahwatir Wisma Karya akan dimusnahkan. “Satu lagi bangunan sejarah peradaban nenek moyang Subang akan hilang. Merupakan suatu bukti pemerintahan tidak bisa mengurus cagar budaya karuhun subang. Kenapa tidak bisa seperti Sumedang dan Purwakarta,” tulis pemilik akun Taufik Himawan.

Untuk menjawab kesesahan masyarakat terkait nasib Wisma Karya Mediajabar.com mencoba menghubungi beberapa pihak. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang yang mendukung niat baik pemerintah untuk membuat sebuah musem yang representatif.

“Wisma Karya memang layak pugar, tapi jangan sampai merusak keaslian bangunan cagar budaya. Itu pesan kita,” kata Kabid Kebudayaan Disdikbud Subang Didin Mahpudin.

Selanjutnya, Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang menyebut bahwa bangunan yang dibongkar bukan heritage.

“Saya sudah hubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ada dukumen yang menunjukan bahwa heritage hanya yang didepan,” kata Kepala BP4D Kabupaten Subang Sumasna.

Sekertaris Dinas PUPR Cecep Rosadi melalui Kepala Seksi Bagian Gedung Cipta Karya Dudung mengatakan Wisma Karya memang akan dijadikan museum Subang. Pengerjaan sudah dimulai dan akan selesai pada akhir Desember 2018. Proyek rehab dikerjakan dalam beberapa tahap.

“Konteks pelaksanaannya dilaksanakan oleh phak konsultan, dari awal sudah melaksanakan ekspos dan seblum final perencanaan beberapa tokoh dan budaywan sudah memberikan masukan. Jadi ada ekspos beberapa kali, dan sudah ditegaskan bahwa cagar budaya harus dipertahankan,” kata Dudung.

Menurut konsultan yang membidani proyek pembangunan Wisma Karya, mereka sudah melakukan studi banding dan bertanya kepada beberapa pihak terkait sejarah Wisma Karya Subang secara utuh.

“Kita pastikan yang dibongkar bukan heritage, karena menurut penelusuran tim konsultan yang heritage itu hanya bangun depan, dan itu dipertahankan,” katanya.

Adapun yang sekarang ramai dan banyak dipertanyakan oleh masyarakat itu adalah bangunan yang bagian belakang. Bangunan yang dibongkar itu bukan haritage, melainkan bangunan tambahan.

“Itu yang dibelakang bangunan tambahan, dibongkar karena bangunannya pendek, ada dokumen pendukung bahwa bangunan yang dibelakang itu tambahan,” tegasnya.

Dudung tidak menyebut kisaran anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan pemugaran dan pembangunan museum itu. Dirinya beralasan bahwa pihak dinas sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga.

“Kalau anggaran saya tidak begitu hapal. Bisa dilihat di papan proyek, yang jelas anggarannya bertahap. Jadi ada rehb bangunan dan interior di kita. Nah untuk dalamannya nanti kita serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang memiliki kewenangan itu,” katanya.

Namun dari penelusuran disitus Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKKP) ada beberapa paket proyek untuk membangun museum Subang di Wisma Karya tersbut, mulai dari angka puluhan juta sampai miliaran rupiah.

Sebut saja untuk Pembangunan Museum Subang (Penataan Taman Lingkungan Wisma Karya) pemerintah mengagrakan Rp 3 miliar lebih. Selain itu untuk Pembangunan Museum Subang (Rehab Bangunan dan Interior Wisma Karya) sebesar Rp 8 miliar lebih.

mediajabar.com