Menjelang Mudik Lebaran, Warung Dadakan Bermunculan Sepanjang Jalur Pantura Subang

Saat menjelang lebaran, usaha dengan berjualan makanan dan minuman dapat menjadi salah satu alternatif mencari rezeki untuk bekal lebaran. Warga yang tinggal di sepanjang jalur Pantura Subang selalu memanfaatkannya dengan mendirikan warung dadakan guna mengais rezeki dari para pemudik yang melewati jalur tersebut.

Begitu juga saat memasuki H-10 Lebaran, ratusan warga pantura mulai membangun warung dadakan disepanjang Jalur Pantura Subang. Warung-warung dadakan ini mulai dibangun oleh warga di sepanjang jalur Pantura Sukasari, Pamanukan, hingga Pusakanagara.

“Kita mencoba mengais rezeki dari para pemudik dengan membangun warung dadakan untuk berjualan makanan dan minuman untuk para pemudik yang kelelahan” ujar Sutisno salah seorang warga Mundusari yang juga sedang membangun warung dadakan selasa pagi (5/6/2018).

Sutisno rutin tiap tahun membangun warung dadakan untuk berjualan makanan dan minuman kepada para pemudik. “Saya tiap tahun rutin berjualan dengan membangun warung dadakan, lumayan hasilnya untuk nambah-nambah bekal lebaran bersama keluarga”  ungkap Sutisno.

Sutisno mengungkapkan dengan berjualan membuka warung dadakan tersebut ia memperoleh keuntungan yang cukup besar. “Lumayan pak, biasanya mulai berjualan pada H-4 sampai H-1 saya bisa dapat laba bersih Rp.3-5 juta selama arus mudik”, tambahnya.

Begitu pula yang dikatakan oleh warga lainnya yaitu Warlim, yang juga setiap tahunnya selalu mengais rezeki dengan  membuka warung dadakan untuk berjualan makanan dan minuman seperti; minuman ringan, bakso, nasi goreng dan mie ayam. “Dari hasil warung dadakan ini, kita bisa memperoleh keuntungan hingga jutaan rupiah” kata Warlim.

“Semoga musim mudik tahun ini, bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dari tahun kemarin” pungkasnya.

Warung dadakan yang menjamur setiap musim mudik tiba di sepanjang jalur pantura, merupakan salah satu tempat alternatif untuk para pemudik beristirahat melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh khususnya pengguna kendaraan roda dua. Di warung dadakan tersebut, para pemudik selain bisa istirahat, juga bisa makan minum dan melepas lelah serta menyegarkan badan sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya masing-masing.

REALITAJABAR